Menganalisis Lingkungan Organisasi Pendidikan
Hari Rabu, 16 Maret 2011 jam 1 siang, jadwalnya mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan dengan Bapak Amril Muhammad, SE., M.pd. Seperti biasa, bertempat di ruang 307 yang selalu panas. Akibatnya, di pertengahan perkuliahan ini bisa didapati mahasiswa yang mengipas-ngipas karena saking panasnya.
Siang itu, kami akan membahas lingkungan organisasi pendidikan. Sudah menjadi agenda rutin, kalau Pak Amril (begitu sapaan kami) memulai perkuliahan dengan bertanya kepada salah satu mahasiswa mengenai definisi materi yang terkait.
“Pengertian lingkungan pemasaran adalah pelaku dan kekuatan-kekuatan di luar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga transaksi dengan pelanggan bisa berlangsung dengan lancar.” (paragraph pembuka ini harus didikte ulang berkali-kali karena pak Amril terlalu cepat membacakan)
Dengan dikeluarkannya pengertian lingkungan pemasaran tersebut, berarti mahasiswa harus benar-benar siap dan konsentrasi karena kalau tidak, bisa-bisa ketinggalan materi.
Lingkungan pemasaran dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Apa saja ruang lingkup kedua lingkungan tersebut?? Mari kita kupas satu per satu.
Lingkungan Internal melingkupi: manusia, kebijakan, kepemimpinan, system penghargaan (reward system), dan budaya.
1. Manusia
Berbicara mengenai manusia, kita akan berbicara juga mengenai kompetensi manusia, penempatannya, dan promosi.
v Kompetensi adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pekerja (mampu melaksanakan pekerjaan yang dibebankan).
v Penempatan, ada orang yang kompeten namun karena ditempatkan pada posisi yang kurang pas dengan kompetensinya, dia jadi tidak kompeten. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dalam menempatkan pegawai, perlu dilakukan penelitian karakteristik kepribadian pegawai, karena orang yang ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan kepribadiannya akan membuat kinerja yang baik (Holland).
v Promosi adalah kepastian kenaikan jabatan/pangkat. Setiap pegawai tentu mengharapkan adanya progress, termasuk adanya janji/ kepastian bahwa dia akan naik jabatannya.
2. Kebijakan
Kebijakan menggambarkan visi dan misi yang dicapai serta aturan yang digunakan. Visi dan misi penting dalam member arah suatu organisasi (mau kemana). Contohnya adalah Visi UPI lebih mengantarkan mahasiswanya kepada birokrasi. Kemudian mengenai aturan, aturan berkaitan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kemudian kebijakan itu tampak pada target yang dicapai dari aktifitas-aktifitas.
3. Kepemimpinan
Beberapa bentuk kepemimpinan, diantaranya adalah:
v Kepemimpinan Sentralistik: kepemimpinan yang terpimpin.
Semua yang dilakukan bawahan harus sesuai dengan pimpinan
v Kepemimpinan Moderat: pemimpin yang demokratis (mendengarkan aspirasi bawahan)
v Kepemimpinan Laisses faire: pemimpin yang muatan kerjanya dilimpahkan pada bawahan, sehingga pekerjaannya memonitor dan mengevaluasi.
v Kepemimpinan Task oriented: pemimpin yang ingin bawahannya terus-menerus mengumpulkan tugas saja.
v Kepemimpinan People oriented: pemimpin yang memikirkan bagaimana membuat orang senang dalam bekerja dan mengerjakan tugasnya (semangat mmberdayakan).
4. Sistem Penghargaan
Seseorang yang ulang tahun, tentu menginginkan hadiah atau surprise dari orang yang diharapkan. Itu namanya ada penghargaan yang dia inginkan. Orang penting mendapatkan penghargaan, karena ini akan member motivasi atau semangat. Bentuk penghargaan (reward) ada dua yaitu:
Material: gaji, tunjangan transport, tunjangan makan, tungjangan kesehatan, dll.
Non-material: pujian, respon, namanya disebut (feby misalnya yang sering disebut oleh pak Amril dalam kelas). Pemisalan tersebut ternyata membuat anak-anak yang lainnya untuk meledek feby (istirahat sejenak, ehhheee).
Di tengah candaan mengenai nama feby, tiba-tiba ada seorang mahasiswi yang mengintip ke dalam kelas kami, pak Amril kemudian memukul meja dengan keras (iseng untuk mengagetkan mahasiswi tersebut. Hhaaaha) mahasiswi itu pun langsung pergi (saya yakin, dia pasti kaget juga)
Selanjutnya…
5. Budaya, mengenai budaya kita berbicara dengan nilai-nilai (value) yang digunakan.
Contohnya saja, nilai di FIP, tentu berbeda dengan nilai di FIK (Keolahragaan). Nilai bisa tergambar dari identitas fisik yang tampak. Misal: sekolah Cugenang memiliki bentuk jendela segitiga (artinya mengkerucut menjadi satu, apapun yang dilakukan masyarakat di sana, diorientasikan kepada Tuhan YME) dengan warna oranye (artinya warna yang hidup, lebih bersemangat).
Kemudian ada juga lingkungan internal dan eksternal dalam marketing.
Komponen lingkungan internal yaitu:
a. Supplier
b. Perantara
c. Customer
d. Competitor
Kompenen lingkungan ekstenal yaitu:
a. Demografi
b. Ekonomi
c. Alam
d. Teknologi
e. Politik
f. Budaya
Sekian reportase perkuliahan saya kali ini.. sampai ketemu lagi minggu depan dengan bab yang baru…^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar