Selasa, 29 Maret 2011

REPORT 7 (PRODUK I: PENCIPTAAN & PENGEMBANGAN PRODUK)


Pendidikan Anak Usia Dini Anak Berkebutuhan Khusus “KASIH”
Oleh: Nova Zaline
MP Non Reg 2009 (1445096081)

Pengembangan manusia yang utuh dimulai sejak anak dalam kandungan dan memasuki masa  keemasan atau “golden age” pada usia 0 - 6 tahun. Pada masa keemasan (golden age) seorang anak terjadi transformasi yang luar biasa pada otak dan fisik, tetapi sekaligus masa rapuh. Oleh karena itu masa keemasan ini sangat penting bagi perkembangan intelektual, emosi dan sosial anak dimasa datang dengan memperhatikan dan menghargai keunikan setiap anak. Apabila masa keemasan ini sudah terlewati maka tidak dapat tergantikan.
Anak berkebutuhan khusus adalah meraka yang memerlukan penanganan khusus yang berkaitan dengan kekhususannya. Hingga saat ini anak-anak berkebutuhan khusus yang mendapat perhatian yang cukup luas di masyarakat adalah mereka yang tergolong kedalam Autism Spectrum Disorder diantaranya yaitu: autis, anak tuna grahita (mental retardation), child with emotional or behavioral disorder, child with communication disorder and deafness.
Baik anak normal maupun berkebutuhan khusus, mereka sama sama mengalami masa keemasan yang disebut golden age dan mereka juga mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Sejak Dini!
Oleh karena hal tersebut, saya tergerak untuk bisa membuka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hal ini muncul di pikiran saya, karena melihat bahwa ABK sulit memperoleh PAUD pada lembaga-lembaga umum (bukan SLB), hampir tidak ada yang mau menerima ABK. Dengan alasan klasik, mereka tidak mempunyai kemampuan untuk bisa menerima ABK dan menyarankan untuk ke lembaga/ sekolah khusus dan hingga alasan yang rasanya mengada-ada seperti kuatir mengganggu proses belajar anak-anak yang lain atau merepotkan.
PAUD untuk ABK yang akan saya dirikan bernama PAUD KASIH. Dimana kami menerima ABK dari umur 2-6 tahun. Dibantu dengan beberapa teman saya dan juga guru-guru Pendidikan Luar Biasa, kami akan memberikan pelayanan yang baik untuk melatih dan membimbing anak-anak hebat tersebut.
Dalam pelaksanaan teknis seperti komponen kurikulum, kami berpedoman bahwa program pembelajaran harus terstruktur dan dapat memenuhi kebutuhan masing-masing anak. Silabus disusun berdasarkan indicator dalam Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan dari Departemen Pendidikan Nasional yang telah dimodifikasi agar dapat diadaptasi oleh kondisi siswa yang beragam. Materi dalam kurikulum memiliki kaitan erat dengan kehidupan sehari-hari semua siswa yang mengintegrasikan baca, tulis, hitung dan kecakapan hidup di seluruh tema materi dan saling berhubungan satu sama lainnya.
Melalui proses pembelajaran 90 menit dalam satu pertemuan, anak akan menyadari apa yang dia pelajari melalui berlatih, bereksperimen, dan mengenal lebih jauh ketika panca inderanya diberikan peluang untuk mengenal lingkungan dan dirinya sebagai satu kesatuan dalam proses belajar.
Karakteristik segmentasi PAUD KASIH ini yaitu:
v  Untuk segmentasi geografis, kami akan mendirikan PAUD KASIH di daerah kota agar orangtua ABK dapat menjangkau kami dengan dekat.
v  Segmentasi demografis:
1.      Usia: usia yang kami terima berkisar antara 2-6 tahun
2.      Gender: kami menerima jenis kelamin laki-laki dan perempuan
3.      Target positioning: anak berkebutuhan khusus
4.      Religi: intinya kami menerima semua ABK dengan background agama apapun karena kami akan berusaha mengadakan semua guru agama yang dimiliki siswa kami
v  Segmentasi sikografis:
1.      Pra social: kami menerima semua ABK dengan background kelas sosial apapun
v  Segmentasi benefit: kami akan berusaha sebaik mungkin untuk memberikan azas manfaat yang akan dirasakan orangtua siswa, khususnya peserta didik itu sendiri, bagaimana kami melatih dan membimbing anak-anak mereka.

REPORT 4 (SEGMENTASI & TARGETING PASAR JASA PENDIDIKAN)


“Segmentasi dan Targeting Pasar Jasa Pendidikan”

Sambil membahas tugas usaha bisnis kami minggu lalu, Pak Amril (begitu kami memanggil beliau) mengomentari berbagai macam usaha-usaha kami. Siang itu tanggal 23 Maret 2011, tepatnya di ruang 306, kami akan membahas materi pertemuan keempat dalam perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan, yaitu segmentasi dan targeting pasar jasa pendidikan. Sebelumnya, telah dibahas bahwa pasar adalah bertemunya pembeli potensial dengan penyedia produk jasa. Selanjutnya, beberapa prinsip mengenai marketing:
1.    Mass Marketing yaitu penjualan dalam skala besar, contoh: PRJ. Siapa dan dimana saja orang mampu membeli, karena harganya yang murah.
2.    Product Variety Marketing yaitu adanya tambahan variasi (features) sebuah produk. Contoh bentuk variasi: style, size, dan kualitas.
3.    Target Marketing yaitu adanya sasaran kepada siapa kita akan menjual produk.
“Segmentasi pasar adalah membagi, memecah pasar dalam kelompok-kelompok dengan perbedaan dari kebutuhan, karakteristik, dan perilaku”, jelas Pak Amril. Beberapa langkah yang akan dilakukan dalam segmentasi pasar adalah:
1.      Mengidentifikasi dasar dalam segmentasi
v  Segmentasi Geografis
Membagi pasar berdasarkan bentuk geografis (wilayah).
1.      Nation atau Mancanegara
Berkaitan dengan apakah produk dijual dalam negeri saja atau juga ke luar negeri.
2.      State (Negara)
Berkaitan dengan aturan-aturan suatu Negara.
3.      Regional
Berkaitan dengan daerah atau wilayah dimana kita memasarkan produk.
4.      Kota
Menjual produk di kota lebih mudah dibandingkan di desa.
v  Segmentasi Demografis
1.      Usia: berkaitan dengan pengelompokkan usia
2.      Gender: berkaitan dengan jenis kelamin
3.      Ukuran keluarga
4.      Target positioning: posisi target pemasarn, apakah pelajar atau orang dewasa
5.      Pendapatan: berkaitan dengan pendapatan seseorang
6.      Pekerjaan
7.      Pendidikan
8.      Agama
9.      Ras
v  Segmentasi sikografis
1.      Pra social: berkaitan dengan kelas social yang berlaku di masyarakat.
2.      Life style: berkaitan dengan gaya yang ditampilkan (contoh: casual atau glamour).
3.      Personality: berkaitan dengan tipe kepribadian seseorang (contoh: ambisius atau otoriter).
v  Segmentasi benefit
Adanya azas manfaat dari produk
1.      Manfaat atau penggunaan: berkaitan dengan segi kualitas dan segi layanannya.
2.      Loyalitas
3.      Kesiapan si konsumen
4.      Sikap terhadap produk: ada konsumen yang antusias, ada yang biasa saja (ngga terpengaruh).
5.      Tipe orang
6.      Relationship buyer
7.      Transaksi buyer
8.      Diskon
Nova Zaline Siagian
MPNR 2009 (1445096081)

Selasa, 22 Maret 2011

Jenis bisnis yang akan dirintis


Mari membuka butik !!^^

Entah mengapa saya begitu tertarik dengan dunia fashion, pakaian, tas, sepatu, dan aksesoris wanita yang memang tidak pernah haus akan model. Saat ini banyak orang yang memanfaatkan minat saya tersebut menjadi lahan bisnis, begitu juga dengan saya. Kepiawaian saya memadupadankan fashion sehari-hari, dapat tergambar dari cara saya berpakaian sehari-hari.

Mengapa saya memilih butik, tidak membuka toko baju biasa saja??
Konsep butik ternyata lebih disukai oleh kaum hawa. Sebab dalam toko butik, setiap baju yang dijual berbeda dengan jenis baju lainnya. Pemakainya tidak khawatir kalau pakaian yang dikenakannya akan mirip dengan orang lain. Selain itu, saya ingin menciptakan banyak model baju, sepatu, tas, dan aksesoris asli ciptaan saya dan semua produk yang dijual dalam butik hanya ada 3 barang saja. Saya berani menjamin hanya satu model dengan 3 warna berbeda untuk satu item produk kami, tidak akan ada kembarannya. Karena saya sering menerima keluhan dari pelanggan wanita, mereka tidak mau mengenakan baju atau sepatu yang sama dengan orang lain. Takut disangka saudara kembar atau dari kelompok arisan tertentu.

Rencananya, saya akan memberi nama “Dernieres Boutique”, yang artinya adalah butik yang menyajikan gaya atau model fashion terkini (dalam bahasa Perancis). Setiap wanita yang fashionable tentu ada kepuasan tersendiri baginya disaat dia menggunakan gaya/model terkini lebih dulu dari teman/orang lain. Termasuk saya ! hahaahaaa^^

Memasuki sebuah butik serasa berada dalam rumah. Suasana seperti inilah yang akan diciptakan Dernieres Boutique, tentu saja, agar membuat konsumen betah berlama-lama berada di dalamnya. Kita akan melihat deretan pakaian yang digantungkan di dalam lemari. Saya menginginkan saat konsumen memilih baju di butiknya seperti memilih dari lemari sendiri, di sebuah ruang dandan yang besar. Ruangan dengan kesan minimalis dan lemari yang ditempatkan dalam beberapa baris adalah lemari terbuka, tanpa pintu. Begitu juga dengan sepatu, tas, dan aksesoris yang memiliki lemari tersendiri.

Tidak hanya itu, Dernieres Boutique juga akan membuat sebuah kafe kecil dengan nuansa ruang makan rumah yang menyediakan makanan dan minuman ringan seperti jus buah dan minuman lainnya, roti bakar, pizza, burger, kebab, pasta, dan pempek dengan buatan kami sendiri. Tentu dengan harga yang terjangkau. Tempat ini disediakan agar para wanita bisa lebih nyaman memilih produk kami sambil bercengkrama dengan teman-teman. Karena butuh tempat yang cukup besar untuk ini, kami tidak akan membuka butik ini di dalam sebuah mall tetapi akan membuka outlet tersendiri, di daerah Jakarta Pusat.

Kisaran harga produk kami yaitu dari Rp 30.000 – Rp 1.000.000 (semua produk kami adalah barang dengan material dan kualitas yang baik). Waktu operasional Dernieres Boutique adalah Senin – Jumat dari jam 11 sampai jam 7 malam, dan Sabtu – Minggu dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam.

Kami akan meng-update produk-produk terbaru kami dalam jangka waktu 3 bulan, sehingga customer tidak perlu takut ketinggalan trend, karena kami akan komitmen dalam menjaga kepercayaan, dan membuat kalian menjadi wanita yang fashionable sesuai dengan karakteristik masing-masing pribadi.

Biaya awal yang dibutuhkan tentu sangat besar karena saya harus membuka pabrik sendiri untuk membuat produk2 kami ditambah lagi dengan biaya untuk membeli mesin dan alat-alat, kemudian biaya pegawai. Dengan bantuan awal dari orangtua, minat, dan keinginan untuk terus berinovasi dan berkreasi, saya yakin perlahan tapi pasti, saya bisa menjadi owner butik yang sukses yang bisa menyalurkan aspirasi fashion para wanita di Indonesia.

Happy shopping ... /(^o^)\

Senin, 21 Maret 2011

REPORT 3 (ANALISIS LINGKUNGAN ORGANISASI PENDIDIKAN)


Menganalisis Lingkungan Organisasi Pendidikan
Hari Rabu, 16 Maret 2011 jam 1 siang, jadwalnya mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan dengan Bapak Amril Muhammad, SE., M.pd. Seperti biasa, bertempat di ruang 307 yang selalu panas. Akibatnya, di pertengahan perkuliahan ini bisa didapati mahasiswa yang mengipas-ngipas karena saking panasnya.
Siang itu, kami akan membahas lingkungan organisasi pendidikan. Sudah menjadi agenda rutin, kalau Pak Amril (begitu sapaan kami) memulai perkuliahan dengan bertanya kepada salah satu mahasiswa mengenai definisi materi yang terkait.
“Pengertian lingkungan pemasaran adalah pelaku dan kekuatan-kekuatan di luar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga transaksi dengan pelanggan bisa berlangsung dengan lancar.” (paragraph pembuka  ini harus didikte ulang berkali-kali karena pak Amril terlalu cepat membacakan)
Dengan dikeluarkannya pengertian lingkungan pemasaran tersebut, berarti mahasiswa harus benar-benar siap dan konsentrasi karena kalau tidak, bisa-bisa ketinggalan materi.
Lingkungan pemasaran dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Apa saja ruang lingkup kedua lingkungan tersebut?? Mari kita kupas satu per satu.
Lingkungan Internal melingkupi: manusia, kebijakan, kepemimpinan, system penghargaan (reward system), dan budaya.
1.      Manusia
Berbicara mengenai manusia, kita akan berbicara juga mengenai kompetensi manusia, penempatannya, dan promosi.
v  Kompetensi adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pekerja (mampu melaksanakan pekerjaan yang dibebankan).
v  Penempatan, ada orang yang kompeten namun karena ditempatkan pada posisi yang kurang pas dengan kompetensinya, dia jadi tidak kompeten. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dalam menempatkan pegawai, perlu dilakukan penelitian karakteristik kepribadian pegawai, karena orang yang ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan kepribadiannya akan membuat kinerja yang baik (Holland).
v  Promosi adalah kepastian kenaikan jabatan/pangkat. Setiap pegawai tentu mengharapkan adanya progress, termasuk adanya janji/ kepastian bahwa dia akan naik jabatannya.
2.      Kebijakan
Kebijakan menggambarkan visi dan misi yang dicapai serta aturan yang digunakan. Visi dan misi penting dalam member arah suatu organisasi (mau kemana). Contohnya adalah Visi UPI lebih mengantarkan mahasiswanya kepada birokrasi. Kemudian mengenai aturan, aturan berkaitan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kemudian kebijakan itu tampak pada target yang dicapai dari aktifitas-aktifitas.
3.      Kepemimpinan
Beberapa bentuk kepemimpinan, diantaranya adalah:
v  Kepemimpinan Sentralistik: kepemimpinan yang terpimpin.
Semua yang dilakukan bawahan harus sesuai dengan pimpinan
v  Kepemimpinan Moderat: pemimpin yang demokratis (mendengarkan aspirasi bawahan)
v  Kepemimpinan Laisses faire: pemimpin yang muatan kerjanya dilimpahkan pada bawahan, sehingga pekerjaannya memonitor dan mengevaluasi.
v  Kepemimpinan Task oriented: pemimpin yang ingin bawahannya terus-menerus mengumpulkan tugas saja.
v  Kepemimpinan People oriented: pemimpin yang memikirkan bagaimana membuat orang senang dalam bekerja dan mengerjakan tugasnya (semangat mmberdayakan).
4.      Sistem Penghargaan
Seseorang yang ulang tahun, tentu menginginkan hadiah atau surprise dari orang yang diharapkan. Itu namanya ada penghargaan yang dia inginkan. Orang penting mendapatkan penghargaan, karena ini akan member motivasi atau semangat. Bentuk penghargaan (reward) ada dua yaitu:
Material: gaji, tunjangan transport, tunjangan makan, tungjangan kesehatan, dll.
Non-material: pujian, respon, namanya disebut (feby misalnya yang sering disebut oleh pak Amril dalam kelas). Pemisalan tersebut ternyata membuat anak-anak yang lainnya untuk meledek feby (istirahat sejenak, ehhheee).
Di tengah candaan mengenai nama feby, tiba-tiba ada seorang mahasiswi yang mengintip ke dalam kelas kami, pak Amril kemudian memukul meja dengan keras (iseng untuk mengagetkan mahasiswi tersebut. Hhaaaha) mahasiswi itu pun langsung pergi (saya yakin, dia pasti kaget juga)

Selanjutnya…
5.      Budaya, mengenai budaya kita berbicara dengan nilai-nilai (value) yang digunakan.
Contohnya saja, nilai di FIP, tentu berbeda dengan nilai di FIK (Keolahragaan). Nilai bisa tergambar dari identitas fisik yang tampak. Misal: sekolah Cugenang memiliki bentuk jendela segitiga (artinya mengkerucut menjadi satu, apapun yang dilakukan masyarakat di sana, diorientasikan kepada Tuhan YME) dengan warna oranye (artinya warna yang hidup, lebih bersemangat).
Kemudian ada juga lingkungan internal dan eksternal dalam marketing.
Komponen lingkungan internal yaitu:
a.      Supplier
b.      Perantara
c.       Customer
d.      Competitor
Kompenen lingkungan ekstenal yaitu:
a.      Demografi
b.      Ekonomi
c.       Alam
d.      Teknologi
e.      Politik
f.        Budaya
Sekian reportase perkuliahan saya kali ini.. sampai ketemu lagi minggu depan dengan bab yang baru…^^

Selasa, 08 Maret 2011

REPORT 2 (KONSEP DASAR JASA)


KONSEP DASAR JASA
Jasa adalah serangkaian kegiatan dimana terjadi interaksi dengan manusia maupun mesin dan yang disediakan untuk memuaskan pelanggan.
Contoh interaksi dengan mesin: nasabah mengambil uang di bank melalui mesin atm, hal ini bertujuan untuk memudahkan nasabah mengambil uang dimanapun.
Contoh interaksi dengan manusia:: nasabah mengambil uang melalui teller bank yang bersangkutan.

©      Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam jasa:

1.     Kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan berbeda-beda, oleh karena itu produsen jasa harus dapat membuat kemasan jasa tersebut menarik sehingga membuat konsumen ingin membeli atau mendapatkannya.
Beberapa strategi dalam meningkatkan kepuasan pelanggan:
a.    Dimana
Artinya, tempat dimana jasa itu berada, jauh atau dekat dengan konsumen mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan.
b.    Persaingan
Persaingan membuat konsumen menjadi ingin lebih cepat membeli jasa tersebut daripada orang lain (takut kehabisan). Konsumen akan puas apabila dia mendapat hal yang diinginkan.
c.    Kekuatan bisnis
d.    Switching
Adalah cara bagaimana produsen bias membuat pelanggan untuk tidak pindah ke lain hati.
e.    Produsen harus pintar mengambil segmen
Segemen pasar murah belum tentu orang suka, tetapi lihat dulu segmen mana yang ingin kita capai.


2.    Kemasan jasa juga patut diperhatikan
Contoh: ketika si Rina bersekolah di SMA yang fasilitasnya bagus, tidak mungkin Rina memilih universitas yang fasilitasnya kurang dibanding SMAnya.
3.    Jasa bersifat interenable
Oleh karena itu, sedapat mungkin dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan fisik, seperti: AC, karpet, LCD (kelengkapan kuliah)
4.    Jasa mewakili produk: segi orang dan segi brand ambassasor
Contoh segi orang: Prof.Koni dan Prof.Jujun adalah inspirasi Pak Amril untuk kuliah di Universitas Negeri Jakarta.
Contoh brand ambassador: Luna maya mewakili produk lux, begitu personalnya cacat, supaya produknya tidak kena pengaruh, Luna digantikan oleh Atikah hasiholan.
5.    Nama suatu jasa
Nama berpengaruh seperti Aqua yang bekerja sama dengan Danone, nama yang sudah melekat harus hati-hati dalam pengembangannya.
6.    Penempatan (placement)
Penempatan itu penting karena akan berpengaruh kepada kepuasan pelanggan. Misal: Masjid, masjid yang jauh ke dalam komplek, akan sepi dikunjungi orang dibandingkan dengan masjid yang dekat dengan jalan umum.
7.    Jasa itu ada aktifitas melalui interaksi manusia dengan mesin.
Dalam jasa, kualitas sangat dipengaruhi oleh interaksi antara konsumen dengan produsennya.

©      Kunci sukses dalam pemasaran jasa:
1.     Renewing (memperbaiki jasa yang ditawarkan)
Perlu ada survey untuk mengetahui tingkat konsumen, dari hasil survey belum tentu jawaban sahih, masih perlu dilakukan verifikasi. Hal inilah dituntut kreatifitas produsen.
2.    Lokasi-lokasi titik pelayanan
Contoh1: adanya atm di indomaret, hal ini memudahkan nasabah yang ingin berbelanja namun tidak membawa uang yang cukup, sehingga dapat mengambil melalui atm. Contoh lainnya: delivery service, layanan telepon 24 jam, drive thru atm (mencoba untuk lebh dekat dengan konsumen).
3.    Karena si pembeli belum mengetahui informasi mengenai jasa oleh karena itu, perlu ada kesepakatan, contoh berupa silabus kontrak kuliah.
4.    Bagaimana kita menempatkan teknologi informasi untuk pelayanan jasa.
Contoh: onlineshop via facebook
5.    Nilai-nilai strategis apa untuk bisa membuat orang mengatakan IYA atau Value