Manajemen
Pelatihan
Reportase Perkuliahan
Pertama Pertemuan Keempat ini didapat dari hasil perkuliahan pada tanggal 26
September 2011 bertempat di ruang 306 yaitu mata kuliah Manajemen Pelatihan
bersama dosen kami, Pak Amril (begitu sapaan kami).
Menurut Nitisemito (1996:35), mendefinisikan
pelatihan atau training sebagai suatu kegiatan yang bermaksud untuk memperbaiki
dan mengembangkan sikap, tingkah laku ketrampilan, dan pengetahuan dari
karyawannya sesuai dengan keinginan perusahaan. Dengan demikian, pelatihan yang
dimaksudkan adalah pelatihan dalam pengertian yang luas, tidak terbatas hanya
untuk mengembangkan ketrampilan semata-mata. Bagaimana mendesign pelatihan agar
sesuai dengan kebutuhan peserta dan mengapa pelatihan itu dilakukan, adalah
kunci pembahasan kali ini..
1.
Mengapa perlu dilakukan
pelatihan???
Ada
kesenjangan antara kinerja aktual dengan kinerja ideal
Orang bekerja
tidak sesuai dengan target, itulah yang disebut dengan kinerja aktual sedangkan
bekerja mencapai target/sasaran disebut kinerja ideal. Apa saja faktor-faktor
yang mempengaruhi kesenjangan itu terjadi?
a) Ketidakmampuan,
misalnya ketidakmampuan dalam hal teknis atau pengoperasian Ms. Office
b) Kesenjangan
perilaku, misalnya sikap kurang displin karyawan yang kemudian ada program dari
pemimpin untuk memberikan pelatihan militer
c) Karena
pegawai baru, sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkup
pekerjaan
d) Penggunaan
teknologi baru :
- baru, karena tidak
tahu
- baru, karena
perkembangan zaman yang semakin canggih
e) Membangun
budaya, atau yang lebih dikenal dengan istilah corporate culture. Corporate culture
adalah bagaimana membentuk budaya perusahaan supaya berbeda, misalnya ada
pembeda antara perusahaan A dan B walaupun sama-sama bergerak di bidang jasa. Pembeda
itu nanti yang akan menjadi nilai bangun perusahaan tersebut. Contoh corporate
culture yaitu slogan slogan perusahaan seperti Nokia dengan Connecting people.
f) Promosi,
mutasi : Perpindahan pada jenjang yang setara.
2.
Bagaimanakah mendesign
pelatihan sesuai dengan kebutuhan???
A.
Identifikasi Kebutuhan
1)
Identifikasi masalah, apa yang menjadi masalah sehingga kinerja
karyawan menurun, apakah karena kemampuan terbatas, semangat kerja berkurang, atau
karena penggunaan teknologi yang baru. Penting untuk kita mengetahui betul
duduk permasalahannya, supaya kita tahu solusi apa yang tepat kita ambil.
2)
Analisis pekerjaan itu sendiri, misalnya pada job description dan
job specification seorang karyawan harus jelas. Begitu juga pada saat proses rekruitmen,
perhatikan background calon karyawan
3)
Identifikasi target pelatihan, siapa yang menjadi target? Jika
pelatihan berbasis pendidikan, mahasiswa pendidikanlah yang menjadi target
utama. Ada relevansi antara jenis pelatihan dengan target
4)
Analisis kebutuhan pelatihan, bagaimana kita mengetahui ada
masalah? Caranya adalah dengan hal-hal di bawah ini:
·
Lakukan survey, apakah masalahnya, apakah motivasi yang rendah,
malas, atau dll
·
Pengamatan, kita lihat langsung atau lewat catatan atasan,
biasanya atasan memiliki catatan tersendiri mengenai karyawannya
·
Studi dokumen, penilaian kerja
·
Wawancara, bisa lebih explore dalam mengetahui masalah karyawan
B.
Menata Sasaran (objectives setting)
1)
Syarat awal : mencakup fisik, sikap. Contoh: costumer service,
harus ramah, murah senyum, komunikatif
2)
Menata tujuan pelatihan
Sasaran yang jelas, membuat motivasi dan arah
yang jelas
3)
Design ujian (test) pelatihan
Marancang tes pelatihan sesuai kemampuan
4)
Valid Tujuan
Valid atau tidak,
pelatihannya ? Jika tidak valid, hasilnya sia-sia (mubajir). Proses validisasi,
itu untuk memberikan informasi bagaimana kita melakukannya .
Dari segi
pengadaan pelatihan, perhatikan siapa sumber yang memberi pelatihan, kamapuan
sumber, biaya,dll.
C.
Proses design Pelatihan/ Pembelajaran
Pada tahap
ini kita berbicara mengenai cara melakukan pelatihan dan strategi apa dalam
melakukan pelatihan.
1)
Design Instruction
Waktu
pelatihan singkat, sehingga difokuskan pada pemberianmateri keterampilan/skill
2)
Bahan dan alat alat test pelatihan
Disiapkan
bahan dan alat alat yang digunakan agar tidak mengganggu jalannya pelatihan
3)
Bahan dan alat alat yang disiapkan.
D.
Implementasi
1)
Merencanakan fasilitas pelatihan
Fasilitas pelatihan : ruangan belajar, ATK,
laptop LCD
Fasilitas penginapan jika butuh, disiapkan
letak yang tidak jauh dari ruang pelatihan
2)
Seleksi dan training untuk pelatih pelatihan sepakat sesuai
standar pelatihan
3) Seleksi
peserta pelatihan
Ada seleksi yang bersifat administrasi ada
yang bersifat kemampuan
4)
Pelaksanaan pelatihan sesuai waktu, tempat, pelatihan yang telah
ditetapkan.
E.
Evaluasi : Mengetahui sesuai tidak implementasi dengan tujuan awal
1)
Menganalisis prestasi yang dicapai, yaitu dengan mengadakan tes
sebelum dan sesudah pelatihan. Sasarannya : dari jumlah, waktu
2)
Menganalisis performance kerja dari peserta pelatihan setelah dia
bekerja, dilihat apakah ada perubahan dari peserta pelatihan
3)
Menghitung biaya, sepadan atau tidak.