.. DISTRIBUSI ..
Pagi hari Jumat 13 Mei 2011 di ruang 306, kami mempunyai janji untuk mengadakan kuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan dengan dosen kami Pak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Topik kami pagi hari yang cerah itu adalah membahas mengenai DISTRIBUSI, yaitu bagaimana mendistribusikan suatu produk baik barang pada para konsumen.
Ada enam cara yang bisa dilakukan dalam pendistribusian produk:
1. Langsung: produsen menjual produknya secara langsung kepada para konsumen. Contohnya menjual produk di toko atau outlet milik pribadi, sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu menyebarkan informasi mengenai lembaga pendidikan melalui brosur, dll.
2. Intermediatery: produsen menjual produknya kepada para konsumen dengan melalui agen, supermarket, atau took pihak ketiga, misalnya dengan menumpang menaruh barang disebuah toko yang bukan milik pribadi. sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu dengan mempromosikan lembaga pendidikannya melalui agen-agen tertentu.
3. Hybrid: campuran antara milik pribadi dengan menumpang menaruh barang ditempat yang bukan milik pribadi. Contohnya perusahaan nokia yang memiliki toko tersendiri untuk menjual berbagai produknya, namun ia juga menaruh produknya ditempat lain (yang bukan milik nokia).
4. Telemarketing: cara menjual produk yaitu dengan menggunakan jaringan telepon. Biasa dipakai Bank dalam hal marketing, asuransi, dam kartu kredit.
5. MLM (Multi Level Marketing), merupakan cara menjual produk dengan menggunakan jasa orang lain yang sifatnya berjenjang.
6. E-commerce, merupakan cara mempromosikan produk dengan cara menggunakan media online yaitu membuat website tersendiri, contohnya kaskus. sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu mempromosikan melalui website pribadi.
Pada prinsipnya itu semua para produsen lakukan agar dapat mendekati para pelanggannya, agar mereka mau membeli produk yang mereka tawarkan, konsumen pun menjadi tidak kesulitan untuk mendapatkan produk.
Alasan dalam memilih saluran distribusi channel:
1. Efisiensi biaya, kalau serba sendiri (jual & buka toko sendiri) ketika bangkrut, akan rugi sendiri.
2. Supaya perusahaan atau produsen bisa fokus dengan satu kegiatan saja, misalnya produsen hanya fokus dalam penjualan barang saja.
3. Mempertimbangkan kualitas, karena kualitas suatu produk akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan atau konsumen.
4. Memperhatikan SDM, semakin banyak SDM yang kita punya maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji atau upah mereka
5. Pergudangan, agar stock barang yang tersedia tidak terlalu menumpuk di dalam gudang, yang nanti dikhawatirkan dapat merusak kondisi barang tersebut.
Nova Zaline MPNR 2009 (1445096081)
Nova Zaline MPNR 2009 (1445096081)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar