Minggu, 29 Mei 2011

REPORT 12 (KUALITAS)

__KUALITAS__

Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan pada hari Rabu, 25 Mei 2011 dimulai dengan beberapa presentasi dari teman-teman termasuk saya. (ahahahaa..narsisss boleh dongg !) Sebenernya, presentasi buat saya adalah hal biasa karena sudah berulang kali saya lakukan, tapi untuk berdiri dan berbicara di depan kelas, di hadapan Pak Amril (dosen mata kuliah ini) kaki dan mulut saya sangat bergetar, maklum..ini yang pertama kali saya presentasi di hadapan beliau.
Okeyy, selanjutnya kita akan memasuki materi perkuliahan mengenai KUALITAS. Sebelumnya, kita perlu mengetahui apa definisi dari kualitas itu?? Kualitas adalah suatu strategi dasar bisnis yang menghasilkan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan atau bahkan melampaui harapan konsumen bukan saja satu kali tetapi berulangkali dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Secara konsep, ada tiga macam bentuk kualitas:
z  Satu-satunya, maksudnya adalah kualitas yang ditimbulkan akibat dari hanya satu produsen produk seperi itu sehingga bersifat absolute. Karena hanya satu-satunya penghasil produk tersebut, jumlah barang yang diproduksi pun tidak dapat mencukupi kebutuhan pelanggan (jumlah sedikit). Contoh di bidang pendidikan yaitu Universitas Negeri Jakarta, satu-satunya universitas negeri di Jakarta.
z  Standar, maksudnya adalah kualitas yang bersifat relative (penyesuaian yang berubah-ubah tergantung situasi).
z  Consumer satisfaction (kepuasan pelanggan), maksudnya adalah kualitas yang bersifat memenuhi kebutuhan pelanggan. Begitu banyak jumlah konsumen dengan selera yang berbeda-beda, namun bagaimana caranya agar tetap bisa membuat konsumen senang dan puas. Dalam hal ini dikenal istilah Consumer Behaviour (perilaku atau sifat konsumen). Contohnya adalah bisnis MLM dengan consumer behavior yang condong untuk bisnis perempuan. Contoh di bidang pendidikan yaitu Nobel Pendidikan, walaupun beralaskan kepuasan konsumen, tetapi tetap ada value yang mengikat.

Bagaimana kita dapat mengetahui perilaku konsumen?? Adalah dengan Marketting Intellegence (mata-mata). Untuk mengupdate trend baru di masyarakat, perlu menggunakan marketing intelligence. Tujuan hal ini yaitu untuk memantau apakah tipe konsumen yang suka membeli atau tipe yang eksklusif. Dari ketiga macam bentuk kualitas di atas, pasti timbul di pikiran kita bagaimana kita mengetahui kalau barang itu berkualitas?? Caranya adalah dengan memperhatikan berapa jumlah pelanggan yang dimiliki sebuah toko. Semakin banyak jumlah pelanggan berarti barang yang diproduksi toko tersebut berkualitas.
Dibayangkan kualitas itu seperti ikan, dimana kepala ikan sebagai kualitas dan rusuk-rusuk tulang ikan sebagai alasan apa yang membuat suatu produk itu berkualitas. Misalnya rusuk-rusuk tulang ikan di sisi kiri itu ada: daya tahan, harga, sumber daya manusia (SDM), sarana, dan kurikulum sedangkan di sisi kanan itu ada: merk, kemasan, kemudahan lokasi, promosi, dan fitur (keistimewaan tambahan).

Nama mahasiswi : Nova Zaline S.
No.reg              : 1445096081
Manajemen Pendidikan Non Reg 2009

Rabu, 18 Mei 2011

REPORT 9 (DISTRIBUSI)


.. DISTRIBUSI ..
Pagi hari Jumat 13 Mei 2011 di ruang 306, kami mempunyai janji untuk mengadakan kuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan dengan dosen kami Pak Amril Muhammad, SE., M.Pd. Topik kami pagi hari yang cerah itu adalah membahas mengenai DISTRIBUSI, yaitu bagaimana mendistribusikan suatu produk baik barang pada para konsumen.
Ada enam cara yang bisa dilakukan dalam pendistribusian produk:
1.      Langsung: produsen menjual produknya secara langsung kepada para konsumen. Contohnya menjual produk di toko atau outlet milik pribadi, sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu menyebarkan informasi mengenai lembaga pendidikan melalui brosur, dll.
2.      Intermediatery: produsen menjual produknya kepada para konsumen dengan melalui agen, supermarket, atau took pihak ketiga, misalnya dengan menumpang menaruh barang disebuah toko yang bukan milik pribadi. sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu dengan mempromosikan lembaga pendidikannya melalui agen-agen tertentu.
3.      Hybrid: campuran antara milik pribadi dengan menumpang menaruh barang ditempat yang bukan milik pribadi. Contohnya perusahaan nokia yang memiliki toko tersendiri untuk menjual berbagai produknya, namun ia juga menaruh produknya ditempat lain (yang bukan milik nokia).
4.      Telemarketing: cara menjual produk yaitu dengan menggunakan jaringan telepon. Biasa dipakai Bank dalam hal marketing, asuransi, dam kartu kredit.
5.     MLM (Multi Level Marketing), merupakan cara menjual produk dengan menggunakan jasa orang lain yang sifatnya berjenjang.
6.      E-commerce, merupakan cara mempromosikan produk dengan cara menggunakan media online yaitu membuat website tersendiri, contohnya kaskus. sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu mempromosikan melalui website pribadi.
Pada prinsipnya itu semua para produsen lakukan agar dapat mendekati para pelanggannya, agar mereka mau membeli produk yang mereka tawarkan, konsumen pun menjadi tidak kesulitan untuk mendapatkan produk.
Alasan dalam memilih saluran distribusi channel:       
1. Efisiensi biaya, kalau serba sendiri (jual & buka toko sendiri) ketika bangkrut, akan rugi sendiri.
2. Supaya perusahaan atau produsen bisa fokus dengan satu kegiatan saja, misalnya produsen hanya fokus dalam penjualan barang saja.
3. Mempertimbangkan kualitas, karena kualitas suatu produk akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan atau konsumen.
4. Memperhatikan SDM, semakin banyak SDM yang kita punya maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji atau upah mereka
5. Pergudangan, agar stock barang yang tersedia tidak terlalu menumpuk di dalam gudang, yang nanti dikhawatirkan dapat merusak kondisi barang tersebut.

Nova Zaline MPNR 2009 (1445096081)

Minggu, 15 Mei 2011

REPORT 10 (ANALISIS KEBIJAKAN HARGA)


Reportase perkuliahan pada hari Rabu, 11 Mei 2011
Siang itu seperti hari rabu biasanya, adalah perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan bersama Bapak Amril. Setelah beberapa kali pertemuan libur, kini akan dilanjutkan pada pembahasan PRICE.
A.  PRICE dan PRICING
Price atau penetapan harga adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk memperoleh suatu produk/sejumlah nilai yang digunakan untuk memperoleh manfaat dari pemilikan atau penggunaan jasa. Sedangkan pricing adalah proses penetapan harga. Ada dua factor pertimbangan dalam menetapkan harga (pricing), yaitu: factor internal dan factor eksternal.
1.  Faktor internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang ada dalam sebuah perusahaan/organisasi. Lalu, apa saja yang termasuk dalam faktor internal?? Berikut akan dipaparkan satu per satu.
a.  Biaya (cost)
Biaya adalah seberapa jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan suatu barang beserta dengan laba yang diinginkan, dimana mencakup bahan baku (BB), tenaga kerja langsung (TKL), overhead (OH), dan laba.
b.  Marketing Mix Strategi
Dalam hal ini maksudnya adalah barang yang sama kemudian dijual di tempat yang berbeda, tentu akan mengalami perbedaan harga juga.
c.  Marketing Obyektif (Tujuan Pemasaran)
Setiap perusahaan atau organisasi memiliki marketing obyektif yang berbeda-beda, seperti UNJ misalnya, dengan biaya semester mahasiswa sebenarnya masih tidak cukup (rugi), namun tujuan UNJ bukan mencari untung tetapi lebih kea rah bagaimana memberikan pelayanan semaksimal mungkin pada masyarakat.
d.  Organizational Consideration (Pertimbangan-pertimbangan organisasi)
Pertimbangan dalam hal ini meliputi sumber daya manusia, produk, kemasan yang terkait dengan outlet, dan coverage atau jangkauan.

2.  Faktor Eksternal
Meliputi:
a.  Market, berkaitan dengan market ada tiga sifat market:
1)  Pure competition
Maksudnya adalah, benar-benar jujur dan bersih dalam berjualan.
2)  Monopoli
Maksudnya adalah, karena hanya dia yang berjualan atau memproduksi suatu produk, hak penuh ada di tangan si penjual (terserah dia). Sebagai contoh adalah PLN.
3)  Oligarki
Maksudnya adalah, beberapa perusahaan bekerja sama dalam menyepakati harga suatu produk (kompakan).
b.  Demand (permintaan)
Berhubungan dengan bunyi hukum permintaan, “ketika permintaan naik supplai tetap, harga naik dan ketika permintaan turun supplai tetap, harga turun.”
c.  Competitor (pesaing)
d.  Others external faktor seperti politik, sosial, hukum, ekonomi, dan geografi. Misalnya:
Politik: saat sedang kerusuhan, barang menjadi susah didapat sehingga harga naik.
Sosial: adanya larangan penjual makanan di area tertentu.
Hukum: adanya tuntutan halal, perusahaan melakukan pengecekan makanan dengan biaya yang cukup besar.
Ekonomi: dengan perbedaan kelas ekonomi, mengakibatkan perbedaan harga juga.
Geografi: biaya membayar jasa dari material, akan lebih mahal di daerah pegunungan dibandingkan dengan di pinggir jalan umum.
B.  PRICING APPROACH
1.  Cost Based Pricing
Pembuatan harga dilihat dari harga pokoknya. Makin murah dan banyak produksinya, maka harga makin murah.
2.  Value Based Pricing
Pembuatan harga dilihat dari kelompok konsumennya (sasaran).
3.  Competitor Based Pricing
Pembuatan harga tergantung pada pesaing, bagaimana memutuskan harga barang agar tidak rugi.
C.  PRICE ADJUSMENT STRATEGIC
1.  Discount (potongan harga) dan Allowance (tukar tambah)
2.  Segmented Pricing (kelompoknya)
3.  Psychological Pricing รจ References Pricing (informasi dari teman yang membeli suatu produk)
4.  Promotional Pricing, harga yang diberikan dalam jangka waktu promosi.
5.  Geographic Pricing
6.  International Pricing