Senin, 25 April 2011

REPORT 5 (POSITIONING)



POSITIONING PRODUK JASA PENDIDIKAN

Setelah pembahasan segmentasi dan targeting pasar jasa pendidikan, bab selanjutnya adalah positioning jasa pendidikan. Positioning yaitu bagaimana kita meletakkan produk atau jasa yang kita jual sesuai tepat dan tempat sasaran. Ketika kita melakukan positioning, perlu untuk memikirkan competitive advantagenya. Beberapa contoh competitive advantage yaitu:
1.    Ketika ingin mendirikan sebuah TK, seharusnya berada di komplek perumahan
2.    Jika ingin berdagang pakaian, lebih baik menyewa kios di sebuah ITC yang dibandingkan dengan membuka kios sendiri di daerah yang belum tentu dikunjungi orang banyak.

A.  Competitive Advantage
Kemudian, ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam mengidentifikasi competitive advantage, faktor tersebut sebagai berikut:
1.    Barang itu sendiri
Ilustrasinya seperti ini, ketika berdagang tanaman hidup, tidaklah pas jika membuka kios dalam mal, setidaknya membutuhkan lahan. Jadi tergantung kepada kebutuhan barang itu sendiri.
2.    Jasa
Contoh: penjual minuman berdekatan dengan penjual makanan atau penempatan aula berdekatan dengan sebuah masjid, ini menguntungkan ketika ada masyarakat yang ingin mengadakan pernikahan.
3.    Personil atau orangnya
Contoh: kalau produk yang dijual adalah untuk high class, maka perlu diperhatikan pengadaan lokasi atau tempat yang rapi dan eksekutif.
4.    Image
Ilustrasi: mengapa perlu menyewa bintang iklan yang mahal?? Dengan persepsi image bintang iklannya bagus maka kemungkinan orang-orang akan pakai produk tersebut.

B.   Communicating & Delivering
Pada hal ini berbicara mengenai komunikasi, bagaimana komunikatornya bisa mengkomunikasikan produknya. Seperti Happy Salma yang menjadi brand ambassador dari Happy call.

MARKETING MIX

Dalam marketing mix, ada empat hal yang akan dibahas, yaitu: product (produk), price (harga), place (penempatan), dan promotion (promosi).
1.    Product (produk)
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan untuk diperhatikan, dilihat (nonton film), diambil (pakaian), dikonsumsi/dinikmati (makanan dan minuman)  yang mungkin memuaskan dari sebuah keinginan/kebutuhan. Ada dua jenis produk: consumer produk dan industrial produk.
1)     Consumer produk
Adalah barang/produk yang dibeli untuk dinikmati sendiri. Consumer produk terbagi lagi ke dalam empat macam:
a.    Convenience product: produk yang dibeli berkali-kali karena semua orang perlu. Contoh: makanan, sabun, shampoo
b.   Shopping product: dalam membeli produk pilih-pilih dahulu, mencari yang lebih baik (lebih selektif).
c.   Specially product: produk yang bersifat special, atau khusus moment tertentu, seperti produk valentine, natal, lebaran.
d.   Unsought product: membeli produk karena ikut-ikutan orang lain, atau terpengaruh diskon besar sehingga semua asal dibeli tetapi tidak tahu penting atau tidak.
2)    Industrial product
Produk yang dibeli bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi dijual lagi untuk kepentingan bisnis (menghasilkan uang).

 Dalam membeli barang/produk, setiap orang pasti memiliki alasan. Apa saja alasan orang dalam membeli produk?? Ada lima kriteria orang dalam membeli produk, yaitu: product atribut, brand, packaging, label, dan product support service.
Ø  Product atribut
Contohnya: sebuah handphone dengan atribut kamera, mp3, dan games.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam product atribut:
1.    Kualitas: kualitas yang bagus dapat dilihat segi fungsi, daya tahan, kehandalan, precision, easy of operation, repair, other value atribut.
2.    Product features: fitur yang ditawarkan oleh sebuah produk. Contoh: kini sebuah handphone dapat terdiri dari empat simcard.
3.    Product design: bagaimana design produk yang ditampilkan, seperti apakah design yang sporty, feminism, atau elegan.
Ø  Brand
1.    Nama: nama itu penting karena mewakili produk tersebut.
2.    Term: istilah yang mendukung produk tersebut, seperti connecting people (term nokia).
3.    Sign: contoh apartemen berbau Bali di daerah Kemang diwakili sign gapuranya seperti gapura Bali.
4.    Simbol: contoh kalau ada gambar monas di bet seragam sekolah, pasti itu salah satu sekolah di Jakarta.
5.    Design
Dalam brand ada tiga istilah yang sering digunakan:
·         Brand equity: kalau membeli produk, member effect tidak ke kita.
·         Brand sponsor: induk yang menaungi, misalnya makanan anak dari produk garudafood dari unilever, kaum ibu sudah tidak ragu lagi.
·         Co-branding: koperatif branding, ada kerja sama, seperti penggunaan merk bersama Aqua dengan Danone.
Ø  Packaging
Packaging adalah kemasan atau bagian luar (bungkusan) produk.
1.    Container: bungkusnya produk
2.    Wrapper: produk sudah ada bungkusnya, tetapi masih ada kemasan luar lagi.
Ø  Label
Label atau labeling, contoh: kalau mengenai psikolog anak, pikiran public adalah Kak Seto. Ini berarti sudah ada label Kak Seto di mata masyarakat.
Ø  Product support service
Contoh: membeli handphone ada tempat servicenya ngga, ada sparepartnya ngga, casing, softcase, dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar